Perkuat SDM Geothermal Nasional, PPSDM KEBTKE Selenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi POP Panas Bumi

Perkuat SDM Geothermal Nasional, PPSDM KEBTKE Selenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi POP Panas Bumi
04 Jun, 2026

Perkuat SDM Geothermal Nasional, PPSDM KEBTKE Selenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi POP Panas Bumi

04 June 2026 | Seputar BPSDM ESDM

JAKARTA – Dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia serta memperkuat implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Perlindungan Lingkungan (K3LL) pada sektor panas bumi, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyelenggarakan Distance Learning Pelatihan dan Sertifikasi Teknis Pengawas Operasional Pertama (POP) Panas Bumi.

 llhhgGxLL9ykzcv862TQmrC1cPFLCvIdvHvE3FFs.jpg

Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, dimulai dengan pelatihan secara daring pada tanggal 2–4 Juni 2026 dan diakhiri dengan pelaksanaan uji kompetensi sertifikasi pada 5 Juni 2026. Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan tenaga pengawas operasional yang kompeten dalam menerapkan kaidah keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan pada kegiatan pengusahaan panas bumi.

 

Pelatihan diawali dengan pelaksanaan pre-test melalui Learning Management System (LMS) PPSDM KEBTKE guna mengukur tingkat pemahaman awal peserta terkait regulasi, prinsip keselamatan kerja, serta tugas dan tanggung jawab pengawasan operasional pada kegiatan panas bumi.

qD7yuSUtCSZEiUanbL9HtWHiFvksT3XU1EEgk8ng.jpg 

Selanjutnya, peserta memperoleh pembekalan materi mengenai peraturan perundang-undangan di bidang panas bumi serta tugas dan tanggung jawab Pengawas Operasional terhadap penerapan K3LL. Materi tersebut mencakup berbagai regulasi strategis, antara lain Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi, Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2017, dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 33 Tahun 2021 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Perlindungan Lingkungan, serta Kaidah Teknis Penunjang Panas Bumi.

 

Dalam sesi tersebut, peserta juga dibekali pemahaman mengenai peran strategis Pengawas Operasional Pertama (POP) sebagai garda terdepan dalam pengawasan kegiatan operasional yang menjembatani kebijakan manajemen dengan pelaksanaan di lapangan, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap ketentuan K3LL di area kerja.

 

Selama tiga hari pelatihan, peserta memperoleh pembekalan kompetensi sesuai standar Pengawas Operasional Panas Bumi yang disampaikan oleh para narasumber dan widyaiswara berpengalaman, salah satunya Aperta Ledy Alam, S.T., M.T., Widyaiswara Ahli Madya PPSDM KEBTKE.

 gwIa9NgVqlyT7CYuD1q9ZPo6GHbebuSgHV7nustS.jpg

Materi yang diberikan meliputi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab K3 panas bumi di area kerja, penerapan dasar-dasar K3 dan regulasi terkait, identifikasi potensi bahaya dan penilaian risiko, penyusunan serta penerapan Job Safety Analysis (JSA), investigasi kecelakaan kerja, pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup, komunikasi kerja yang efektif, penyusunan rencana pengawasan, hingga implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

 

Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan berbagi pengalaman lapangan, sehingga peserta tidak hanya memahami aspek teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan kompetensi yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

 

Sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran, pada hari terakhir pelatihan peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman dan penguasaan materi yang telah diberikan selama pelatihan.

 

Peserta yang memenuhi persyaratan kelulusan kemudian mengikuti Uji Kompetensi dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) Panas Bumi pada 5 Juni 2026. Melalui proses sertifikasi ini, peserta dinilai oleh asesor kompetensi guna memastikan kesesuaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dengan standar kompetensi yang berlaku.

 Ol3SAVI6ewGdmBuW5aldeF6IvhHGv4uoBzoQwsil.jpg

Melalui penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi ini, PPSDM KEBTKE berharap dapat terus mencetak tenaga pengawas operasional panas bumi yang profesional, kompeten, dan berintegritas, serta mampu mendukung terwujudnya operasional panas bumi yang aman, andal, efisien, dan berwawasan lingkungan dalam mendukung pengembangan energi bersih dan transisi energi nasional.

Tags :