
DENPASAR – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) bersama Zona EBT resmi membuka Program SINAR (Sinergi Energi Terbarukan untuk Rakyat) di Politeknik Negeri Bali, Kabupaten Badung, pada Selasa (2/6). Program ini merupakan wujud kolaborasi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di sektor energi terbarukan, khususnya pada bidang Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Pembukaan Program SINAR sekaligus menandai dimulainya kerja sama antara PPSDM KEBTKE dan Zona EBT dalam pengembangan kapasitas SDM energi terbarukan. Kepala PPSDM KEBTKE, Edi Wibowo, hadir secara daring untuk memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam sambutannya, Edi Wibowo menegaskan bahwa keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, penguasaan teknologi, maupun dukungan investasi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkan teknologi energi terbarukan secara berkelanjutan.
"Transisi energi bukan hanya tentang membangun pembangkit dan memasang panel surya. Transisi energi adalah tentang membangun manusia yang memiliki kompetensi, integritas, dan kesiapan untuk membawa Indonesia menuju masa depan energi yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan," ujarnya.

Turut memberikan sambutan pada kegiatan tersebut Direktur PT Bala Biotech Indonesia (Zona EBT), I Kadek Alamsta Suarjuniarta, serta Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, Ketut Alit Putri Herlina Saraswati. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem pengembangan SDM energi terbarukan di Indonesia.
Program SINAR diikuti oleh 44 peserta yang akan menempuh rangkaian pengembangan kompetensi pada bidang Operasi dan Pemeliharaan PLTS. Program dilaksanakan secara berkelanjutan mulai dari pelatihan pada Mei 2026, sertifikasi kompetensi pada 2–4 Juni 2026, program magang industri pada Agustus hingga September 2026, hingga proses kelulusan yang dijadwalkan pada Oktober 2026.

Pelaksanaan sertifikasi kompetensi diselenggarakan di Politeknik Negeri Bali dengan dukungan asesor kompetensi PPSDM KEBTKE. Sertifikasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan peserta memiliki kemampuan teknis yang sesuai dengan standar kompetensi sektor ESDM, sehingga mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja profesional di industri energi surya yang terus berkembang.
Sebagai program pengembangan kompetensi yang komprehensif, SINAR tidak hanya berfokus pada pelatihan berbasis kompetensi, tetapi juga mencakup sertifikasi kompetensi dan pengalaman praktik melalui magang industri. Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh kombinasi pengetahuan, keterampilan, pengakuan kompetensi, dan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.

Melalui kerja sama ini, PPSDM KEBTKE dan Zona EBT berharap Program SINAR dapat menjadi model pengembangan SDM energi terbarukan berbasis kemitraan multipihak yang efektif dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, pelaku industri, dan komunitas energi terbarukan dinilai menjadi kunci dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten untuk mendukung percepatan transisi energi nasional.
Program SINAR juga merupakan bagian dari komitmen PPSDM KEBTKE dalam memperkuat perannya sebagai penggerak pengembangan SDM sektor energi bersih. Ke depan, model kolaborasi serupa diharapkan dapat diperluas dan direplikasi pada berbagai subsektor energi terbarukan lainnya guna mendukung terwujudnya target transisi energi nasional yang inklusif dan berkelanjutan
Tags :