IPA Convex merupakan salah satu ajang konferensi dan pameran industri migas terbesar di Indonesia yang mempertemukan akademisi, mahasiswa, serta profesional industri energi dari berbagai perusahaan nasional maupun internasional. Pada tahun ini, diselenggarakan di ICE BSD City Tangerang (20-22/05/2026) dan tercatat sebanyak 1047 abstrak dikumpulkan oleh mahasiswa dan profesional, namun hanya 34 paper mahasiswa yang berhasil terseleksi untuk dipublikasikan dan dipresentasikan dalam technical program IPA Convex 2026.
Salah satunya adalah karya Mahasiswa Teknik Produksi Minyak dan Gas PEM Akamigas, Hawkins Clifford Frans Robert Mongdong yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan mempresentasikan sekaligus mempublikasikan research paper pada ajang bergengsi 50th Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex 2026).
Hawkins Clifford menjadi satu-satunya mahasiswa yang berhasil mewakili PEM Akamigas dalam publikasi dan presentasi paper pada IPA Convex 2026. Dalam kesempatan tersebut, Hawkins Clifford membawakan oral presentation paper berjudul “The Formate Fluid Paradox: Reconciling Pessimistic Laboratory Data with Exceptional HPHT Field Performance” pada kategori Drilling Technology. “Paper ini membahas mengenai penggunaan formate drilling fluids sebagai salah satu inovasi untuk menghadapi tantangan lingkungan High Pressure High Temperature (HPHT) Narrow Window pada sumur migas,” ungkap Hawkins Clifford.

Sesi presentasi dipandu oleh session chairs Y. Ronny C. Siregar selaku Drilling Engineering Manager Harbour Energy dan Mohammad Syaiful selaku Wellsite Geologist EnQuest EP. Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai profesional industri migas dari perusahaan seperti Sinomine Specialty Fluids Aberdeen, Medco E&P Indonesia, Harbour Energy, Weatherford, EnQuest EP, dan perusahaan lainnya.
Pada makan malam bersama yang diadakan setelah closing ceremony IPA Convex 2026, Teresita Listyani selaku Vice Chairperson IPA Convex 2026 turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh student presenter yang berhasil mempresentasikan paper pada ajang tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan, “Kalian adalah orang-orang terpilih, generasi penerus. Kami sudah di industri puluhan tahun, kalau kami bisa, kalian juga pasti bisa.” Pernyataan tersebut menjadi motivasi dan semangat bagi para mahasiswa untuk terus berkembang dan berkontribusi di industri energi Indonesia.

Satu hari setelah rangkaian IPA Convex 2026 berakhir, Indonesian Petroleum Association (IPA) bekerja sama dengan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) juga menyelenggarakan program “Student Drilling Workshop” sebagai bagian dari rangkaian peringatan IPA 50th Anniversary. Program ini merupakan complimentary one day trip yang diikuti oleh student presenter dan student volunteer untuk mengunjungi Indonesia Drilling Training Center (IDTC) di Indramayu, Jawa Barat.
Menurut Hawkins Clifford, “Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan nilai tambah dalam partisipasi mahasiswa di IPA Convex 2026 melalui pengenalan aktivitas drilling secara nyata di lapangan. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan dasar serta pemahaman mengenai drilling operations beserta aspek keselamatan kerja dalam operasi pemboran migas.”
Melalui program ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung fasilitas drilling training, proses operasi pemboran, hingga penerapan standar keselamatan kerja yang digunakan dalam industri migas. Pengalaman tersebut menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara teori akademik dan praktik industri secara langsung.
Prestasi dan pengalaman yang diraih ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa PEM Akamigas dalam mengembangkan inovasi, penelitian, serta kontribusi akademik di bidang industri energi, khususnya minyak dan gas bumi. Diharapkan capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik institusi di tingkat nasional maupun internasional. (clif, drm, https://akamigas.ac.id/)