BANDUNG – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (PPSDM Geominerba) resmi membuka Pelatihan Big Data Pertambangan Berbasis Online Angkatan I dan Angkatan II pada hari Selasa, 3 Februari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis instansi pemerintah dalam menjawab tantangan digitalisasi dan optimalisasi pengelolaan data di sektor pertambangan.
Kepala PPSDM Geominerba, dalam sambutannya saat membuka acara, menegaskan pentingnya adaptasi teknologi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Beliau menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya konkret pengembangan kompetensi ASN di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Hal ini selaras dengan Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 8 Tahun 2019 mengenai Indeks Profesionalitas ASN (IP-ASN), di mana kompetensi menjadi salah satu ukuran statistik kualitas pegawai dalam menjalankan tugas jabatannya.
"Aktivitas pertambangan menghasilkan data yang sangat besar dan beragam, mulai dari data perizinan, produksi, lingkungan, keselamatan, hingga pengawasan dan pelaporan," ujar Kepala PPSDM Geominerba. Beliau menambahkan bahwa pemanfaatan big data kini menjadi instrumen strategis. Jika data tersebut dikelola dan dianalisis secara optimal, akan menjadi dasar yang kuat untuk mendukung pengambilan keputusan serta perumusan kebijakan yang tepat sasaran.
Dalam laporannya, pihak penyelenggara menjelaskan detail pelaksanaan kegiatan ini. Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 3 hingga 5 Februari 2026, dan dilaksanakan sepenuhnya secara daring (online). Tercatat sebanyak 31 orang peserta mengikuti pelatihan ini, di mana seluruhnya merupakan ASN yang berasal dari lingkungan Kementerian ESDM.
Untuk memastikan kualitas pembelajaran, PPSDM Geominerba menggandeng tenaga pengajar atau instruktur ahli dari Universitas Padjadjaran. Kurikulum yang disajikan dirancang komprehensif untuk meningkatkan kemampuan teknis dan analitis peserta. Materi pelajaran meliputi Pengantar Big Data Pertambangan, Perencanaan Data, Pengumpulan Data, Pengolahan Data, Diseminasi Data, hingga Implementasi Big Data Pertambangan.
Tujuan utama dari penyelenggaraan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas ASN dalam memahami dan memanfaatkan big data guna meningkatkan efektivitas pengawasan, transparansi tata kelola, serta akuntabilitas pengelolaan sumber daya mineral dan batubara. Pihak penyelenggara berharap, output dari pelatihan ini dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan di bidang pertambangan secara lebih profesional, berbasis data, dan berkelanjutan. (EP)
Tags :