Jakarta, 12 Januari
2026 — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia
Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM
KEBTKE) bekerja sama dengan Indonesia–Denmark Energy Partnership Programme (INDODEPP)
menginisiasi pelaksanaan capacity building melalui pelatihan Green
House Gases (GHG) atau mitigasi Gas Rumah Kaca (GRK) di sektor industri
bagi aparatur pemerintah. Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan
kompetensi ASN, khususnya pada bidang konservasi energi dan pengendalian emisi
GRK agar pengetahuan yang diperoleh tidak hanya pada pemahaman konsep, tetapi
dapat diterapkan dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program, serta
pelaksanaan langkah-langkah teknis yang sesuai kebutuhan sektor industri di
Indonesia dalam relevansinya dengan unit kerja masing-masing.
Acara dibuka dengan
sambutan dari Kepala PPSDM KEBTKE Ir. A. Susetyo Edi Prabowo, M.Si, yang
diwakili oleh Endah Heliana, S.Sos., M.Si., Subkoordinator Kerja Sama PPSDM
KEBTKE. Dalam sambutan tersebut, disampaikan bahwa penguatan kapasitas aparatur
menjadi penting karena kebijakan efisiensi energi dan pengendalian emisi
membutuhkan pemahaman yang kuat, koordinasi lintas unit, serta konsistensi
dalam implementasi, terutama pada sektor industri yang memiliki kontribusi
besar terhadap konsumsi energi.
Pelatihan dilaksanakan
selama empat hari mulai 12 sampai 15 Januari 2026 di Jakarta dengan memadukan
sesi kelas, diskusi kebijakan, dan pertukaran pengetahuan. Materi disusun agar
peserta dapat memahami isu GRK dari sisi kebijakan maupun teknis, termasuk
gambaran langkah mitigasi untuk sektor industri. Pada hari terakhir, kegiatan
dilengkapi kunjungan studi ke PT Ceres di Bandung sebagai sesi praktik untuk
melihat gambaran penerapan manajemen emisi dan pengendalian GRK di lingkungan
industri.
Kegiatan ini merupakan
kelanjutan dari seri capacity building sebelumnya, yakni pelatihan
daring Energy Efficiency in Industry pada September 2025. Program ini
menjadi jembatan strategis menuju fase baru kolaborasi lima tahun yang
direncanakan dimulai Mei 2026, guna memastikan penguatan kapasitas aparatur
berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Dalam welcoming
remarks, disampaikan oleh Mr. Allan Bertelsen, Energy Sector Counsellor,
The Embassy of Denmark in Indonesia sekaligus yang mewakili INDODEPP,
menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM, khususnya PPSDM KEBTKE, atas
kolaborasi yang kuat bersama Danish Energy Agency (DEA) dalam rangkaian
kegiatan ini. Beliau juga menekankan bahwa upaya efisiensi energi adalah kunci
untuk mencapai target dekarbonisasi maupun untuk menjaga daya saing industri di
pasar global.
Melalui pelatihan ini,
peserta diharapkan tidak hanya memperdalam pemahaman isu mitigasi GRK, tetapi
juga mampu mengintegrasikan penerapan teknologi mitigasi dengan proses
perhitungan GRK yang akurat. Harapannya pelatihan ini berkontribusi dalam
peningkatan kompetensi operasional ASN dalam menyusun program, menetapkan
prioritas, serta memantau capaian efisiensi energi secara lebih terukur, baik
di tingkat pusat maupun daerah.