Komitmen PPSDM KEBTKE dan INDODEPP dalam Upaya Capacity Building Aparatur Pemerintah untuk Pengendalian Green House Gases

Komitmen PPSDM KEBTKE dan INDODEPP dalam Upaya Capacity Building Aparatur Pemerintah untuk Pengendalian Green House Gases
13 Jan, 2026

Komitmen PPSDM KEBTKE dan INDODEPP dalam Upaya Capacity Building Aparatur Pemerintah untuk Pengendalian Green House Gases

13 January 2026 | Seputar BPSDM ESDM

Jakarta, 12 Januari 2026 — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) bekerja sama dengan Indonesia–Denmark Energy Partnership Programme (INDODEPP) menginisiasi pelaksanaan capacity building melalui pelatihan Green House Gases (GHG) atau mitigasi Gas Rumah Kaca (GRK) di sektor industri bagi aparatur pemerintah. Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi ASN, khususnya pada bidang konservasi energi dan pengendalian emisi GRK agar pengetahuan yang diperoleh tidak hanya pada pemahaman konsep, tetapi dapat diterapkan dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program, serta pelaksanaan langkah-langkah teknis yang sesuai kebutuhan sektor industri di Indonesia dalam relevansinya dengan unit kerja masing-masing.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala PPSDM KEBTKE Ir. A. Susetyo Edi Prabowo, M.Si, yang diwakili oleh Endah Heliana, S.Sos., M.Si., Subkoordinator Kerja Sama PPSDM KEBTKE. Dalam sambutan tersebut, disampaikan bahwa penguatan kapasitas aparatur menjadi penting karena kebijakan efisiensi energi dan pengendalian emisi membutuhkan pemahaman yang kuat, koordinasi lintas unit, serta konsistensi dalam implementasi, terutama pada sektor industri yang memiliki kontribusi besar terhadap konsumsi energi.

Pelatihan dilaksanakan selama empat hari mulai 12 sampai 15 Januari 2026 di Jakarta dengan memadukan sesi kelas, diskusi kebijakan, dan pertukaran pengetahuan. Materi disusun agar peserta dapat memahami isu GRK dari sisi kebijakan maupun teknis, termasuk gambaran langkah mitigasi untuk sektor industri. Pada hari terakhir, kegiatan dilengkapi kunjungan studi ke PT Ceres di Bandung sebagai sesi praktik untuk melihat gambaran penerapan manajemen emisi dan pengendalian GRK di lingkungan industri.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari seri capacity building sebelumnya, yakni pelatihan daring Energy Efficiency in Industry pada September 2025. Program ini menjadi jembatan strategis menuju fase baru kolaborasi lima tahun yang direncanakan dimulai Mei 2026, guna memastikan penguatan kapasitas aparatur berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Dalam welcoming remarks, disampaikan oleh Mr. Allan Bertelsen, Energy Sector Counsellor, The Embassy of Denmark in Indonesia sekaligus yang mewakili INDODEPP, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM, khususnya PPSDM KEBTKE, atas kolaborasi yang kuat bersama Danish Energy Agency (DEA) dalam rangkaian kegiatan ini. Beliau juga menekankan bahwa upaya efisiensi energi adalah kunci untuk mencapai target dekarbonisasi maupun untuk menjaga daya saing industri di pasar global.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperdalam pemahaman isu mitigasi GRK, tetapi juga mampu mengintegrasikan penerapan teknologi mitigasi dengan proses perhitungan GRK yang akurat. Harapannya pelatihan ini berkontribusi dalam peningkatan kompetensi operasional ASN dalam menyusun program, menetapkan prioritas, serta memantau capaian efisiensi energi secara lebih terukur, baik di tingkat pusat maupun daerah.