Bandung — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (PPSDM Geominerba) secara resmi membuka Pelatihan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Wilayah Pertambangan Angkatan II, yang diselenggarakan pada 4–8 Agustus 2025 di Bandung. Penyelenggaraan kegiatan ini berlandaskan SK Kepala BLU PPSDM Geominerba Nomor 310.K/DL.06.01/BPGD/2025 tertanggal 30 Juli 2025.
Tahun ini, pelatihan diikuti 8 (delapan) peserta yang terdiri atas perwakilan perusahaan pertambangan dari berbagai wilayah Indonesia serta mahasiswa Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung. Program dirancang untuk memperkuat kapasitas peserta dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program PPM yang berkelanjutan dan berdampak, selaras dengan prinsip Good Mining Practice dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kepala PPSDM Geominerba, Dwi Anggoro Ismukurnianto, menyampaikan, “PPM bukan semata kewajiban administratif, tetapi instrumen strategis untuk memastikan hadirnya nilai tambah pertambangan bagi masyarakat. Melalui penguatan kompetensi ini, kami berharap para peserta mampu menyusun program PPM yang terukur, evidence-based, dan relevan dengan dinamika sosial di sekitar wilayah tambang.”
Materi disampaikan oleh instruktur dari Universitas Padjadjaran, Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, serta PPSDM Geominerba dengan paduan metode tatap muka, diskusi studi kasus, dan micro-project penyusunan draft rencana PPM.
Di akhir pelatihan, peserta diharapkan menghasilkan kerangka rencana PPM yang mencakup peta pemangku kepentingan, analisis risiko sosial, indikator kinerja (output–outcome), serta rencana monitoring dan evaluasi. Dokumen ini dapat menjadi living document yang siap diinternalisasikan pada program perusahaan/instansi.