
BDTBT-Sawahlunto, dalam upaya meningkatkan keterampilan masyarakat di sektor pertambangan, Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah (BDTBT) menyelenggarakan pelatihan penanganan batubara yang menyasar langsung masyarakat Jambi. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen BDTBT dalam mendorong kemandirian sumber daya manusia lokal melalui edukasi praktis yang aplikatif.
Pelatihan berlangsung selama sepuluh (10) hari, dari tanggal 28 Juli s.d. 08 Agustus 2025. Para peserta dibekali dengan pemahaman menyeluruh mengenai pengenalan batubara, sistem penambangan, parameter kualitas batubara, manajemen stockpile, menghitung tonase stockpile batubara, sampling batubara, teknik blending, pencucian batubara, swabakar, yang juga disertai praktik untuk setiap materi. Peserta dapat mengalami simulasi nyata penanganan batubara seperti yang dilakukan di industri pertambangan.

"Kami sangat antusias melihat semangat belajar dari masyarakat Jambi. Pelatihan ini diharapkan bisa menjadi bekal bagi mereka untuk masuk ke dunia kerja tambang dengan kesiapan yang lebih matang" ujar salah satu instruktur dari BDTBT. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah pertambangan agar mereka dapat menjadi pelaku aktif dalam pengelolaan sumber daya alam secara aman dan bertanggung jawab. Pelatihan ini disambut baik oleh para peserta, yang mengaku mendapatkan pengetahuan baru dan pengalaman berharga.
"Saya
sangat berterima kasih atas kesempatan mengikuti pelatihan penanganan batubara
ini. Selama mengikuti pelatihan ini, materi yang saya dapatkan tidak hanya
secara teori saja, namun juga praktik langsung di lapangan. Semoga pelatihan
untuk Masyarakat ini terus dilaksanakan, sebagai peran nyata BDTBT dalam
mengembangkan SDM professional di bidang tambang bawah tanah," ujar Mutiara Ezra Riana
Yestira Sitorus salah satu peserta pelatihan. Dengan pendekatan edukatif dan
praktis, pelatihan ini tidak hanya membuka wawasan, tetapi juga membuka peluang
kerja bagi masyarakat lokal di sektor pertambangan.