CEPU – Pusat Pengembangan Sumber Daya
Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) kembali menjadi pusat rujukan edukasi
bagi institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Sebanyak 90 mahasiswa dari dua
perguruan tinggi berbeda melakukan kunjungan industri guna memperdalam
pemahaman praktis mengenai sektor hulu dan hilir migas pada Selasa, 5 Mei 2026.
Kunjungan pertama berasal dari 50
mahasiswa Program Studi Perminyakan Institut Teknologi Petroleum Balongan (ITB
Balongan). Kehadiran mereka bertujuan untuk menunjang program pendidikan tinggi
berbasis kompetensi agar selaras dengan kebutuhan industri saat ini.
Pada saat yang bersamaan, PPSDM Migas
juga menerima 40 mahasiswa Program Studi Teknik Kimia dari UPN “Veteran” Jawa
Timur. Kunjungan ini difokuskan pada pengembangan dan peningkatan mutu
akademik, sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja di industri
kimia dan migas.
Koordinator Sarana Teknik Migas PPSDM
Migas, Yoeswono, menyambut hangat kedatangan para mahasiswa tersebut. Ia
menegaskan bahwa PPSDM Migas senantiasa membuka pintu bagi pihak akademisi yang
ingin mengeksplorasi fasilitas teknis di lembaga ini.
"PPSDM Migas membuka lebar bagi
siapa saja yang ingin mengetahui dasar-dasar ilmu migas dari hulu dan hilir.
Kami memiliki sarana kilang dan utilitas pendukungnya, laboratorium dari hulu,
hilir, sampai penunjang. Bahkan, kami memiliki Rig 900 dan movable rig
66 sebagai sarana praktik pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang bisa
dikunjungi," ujar Yoeswono.
Selain memaparkan fasilitas unggulan,
Yoeswono juga menekankan pentingnya aspek keselamatan kerja selama berada di
lingkungan operasional. Beliau mengingatkan agar seluruh peserta kunjungan
tetap mematuhi protokol keamanan industri yang ketat.
"Kami mengharapkan setiap kunjungan
harus menaati peraturan yang berlaku, seperti penggunaan Alat Pelindung Diri
(APD) lengkap apabila memasuki lokasi yang memiliki risiko," pungkasnya.
Melalui kunjungan ini, diharapkan para
mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori di bangku perkuliahan, tetapi juga
mampu mengobservasi langsung teknologi dan standar operasional prosedur (SOP)
yang berlaku di industri minyak dan gas bumi nasional.