Program One Day With Expert (1DWE) merupakan kegiatan kuliah umum yang menjadi pengetahuan tambahan bagi mahasiswa PEM Akamigas langsung dari para ahli. Bukan hanya ilmu pengetahuan seputar energi namun juga tentang regulasi dan pendukungnya.
Kali ini, bertempat di Aula Kuda Laut, 1DWE menghadirkan Ir. Gunawan Wibisono, S.T., IPM, Engineering Service Manager PT. Daun Biru Engineering (19/02/2026). Gunawan membawakan materinya yang bertema "Aplikasi Vibrasi & Condition Monitoring untuk Preventive Maintenance di Industri Migas."
1DWE dibuka secara resmi oleh Direktur PEM Akamigas, Erdila Indriani yang menjelaskan secara singkat bahwa 1DWE ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan untuk menambah pengetahuan umum mahasiswa tentang berbagai hal di luar kurikulum. “Kami juga sudah membekali mahasiswa kami dengan sertifikasi kompetensi K3 dan sertifikasi kompetensi keahlian berstandar BNSP. Dengan demikian, mahasiswa kami sudah siap untuk langsung terjun ke industri. Terima kasih bahwa PT Daun Biru Engineering telah menyerap alumni kami. Hal ini juga membuktikan bahwa keberterimaan alumni kami di industri cukup tinggi,” ujar Erdila dalam sambutannya.
Acara inti 1DWE hari ini adalah menyimak apa yang disampaikan oleh Gunawan Wibisono dalam paparannya. Gunawan menjelaskan bahwa di industri migas yang berisiko tinggi, kerusakan mesin secara mendadak (breakdown) dapat menyebabkan kerugian finansial yang masif dan potensi bahaya keselamatan. Oleh karena itu, penerapan Condition Monitoring (pemantauan kondisi) melalui analisis vibrasi menjadi kunci utama dalam strategi Preventive Maintenance.
Gunawan juga menjelaskan pentingnya aplikasi vibrasi di industri migas. “Mengapa vibrasi? Karena semua rotating equipment menghasilkan vibrasi. Sehingga apabila terjadi kerusakan mekanis akan mengubah frekuensi dan amplitudo vibrasi. Melalui aplikasi vibrasi ini bisa mendeteksi gejala awal kerusakan pada mesin rotasi seperti unbalance, misalignment, eccentricity, bent shaft, mechanical looseness, shaft crack, journal bearing faults, rolling element bearing faults, rotor rub, cavitations, electrical motor problems, dan gear faults.”
Di hadapan peserta, Gunawan menekankan bahwa, "Mahasiswa harus paham bahwa instrumen bukan sekadar angka di layar, tapi alat diagnosis untuk 'mendengarkan' kesehatan mesin. Di industri, kita tidak lagi menebak kapan mesin rusak, kita memprediksinya."
Acara ini diikuti secara intensif oleh dosen dan mahasiswa tingkat 3 dan 4 dari program studi Teknik Mesin Kilang dan Teknik Instrumentasi Kilang. (drm, https://akamigas.ac.id/)