Pengambilan contoh gas bumi perlu perhatian dan ketelitian.
Petugas harus mengerti dan memahami secara menyeluruh karakteristik sampel yang
diambil. Berdasarkan hal tersebut, Pusat
Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) mengadakan
pelatihan bertajuk “Petugas Pengambil Contoh Gas Bumi” yang dihadiri pekerja
Pertamina Gas Operation West Java Area (OWJA) pada hari Senin (18/09).
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini membahas
mengenai Teori Pengarahan Program Pengarahan Program, Teori Pengetahuan tentang
Gas Bumi Pengetahuan tentang Gas Bumi, Teori Metode Pengambilan Contoh Natural
Gas, Perencanaan dan Sistem Mutu Sampling, Metode Pengambilan Contoh LPG, dan
Teori Aplikasi K3LL Sampling.
Salah satu materi yang dipaparkan membahas mengenai
penerapan K3.
“Prinsip penerapan K3 berupa identifikasi penyebab bahaya
seperti kecelakan, kebakaran, dan sebagainya. Hasil identifikasi tersebut
dianalisis apakah ada potensi bahaya?, jika ada kemudian diperkirakan tindakan
pengendaliannya”, ujar Retno Sri Wulandari selaku Course Leader K3LL Sampling.
“Tindakan pengendalian bahaya seperti, tindakan untuk
mengurangi atau menghilangkan jika itu memungkinkan. Semisal tidak bisa
dihilangkan bisa dengan cara mensubstitusi atau mengganti, melakukan
pelaksanaan administrasi dilengkapi dengan Job Safety Analysis (JSA) atau Surat
Ijin Kerja Aman (SIKA), serta menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang
sesuai. Jadi diharapkan penerapan K3 adalah jalan antara hazard dan
kontrolnya”, paparnya.
Berbagai bahaya sangat mungkin terjadi, prosedur dan sistem
kerja yang ada dapat saja tidak memenuhi atau mencukupi untuk mengidentifikasi
dan mengendalikan bahaya. Maka dari itu, petugas pengambil contoh gas bumi
harus menerapkan prosedur dengan baik dan dilengkapi JSA atau SIKA.