Pusat
Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) dan PT
Kilang Pertamina Internasional bekerja sama mengadakan pelatihan Juru Ikat
Beban selama dua hari dan dimulai pada Senin (03/10/22).
Dheni Prima
Kurniawan, salah satu pengajar dan pemimpin pelatihan ini menjelaskan bahwa
tujuan pelatihan ini adalah agar Peserta dapat memahami tentang teori praktis
operasi ikat beban di kegiatan industri migas sesuai dengan standard operating
prosedur.
“Kami Alat
Pelindung Diri (APD) merupakan kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja
sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri
dan orang di sekelilingnya. APD ini terdiri dari kelengkapan wajib yang
digunakan oleh pekerja sesuai dengan bahaya dan risiko kerja yang digunakan
untuk menjaga keselamatan pekerja sekaligus orang di sekililingnya,” ungkapnya.
Ia
menambahkan, pada pelatihan ini peserta juga mendapatkan materi tentang
perlunya identifikasi beban seperti mengetahui dimensi beban, berat beban,
titik berat beban dan sifat beban. Sedangkan pada kesempatan yang sama, ada poin
– poin yang harus dilakukan dalam prosedur penggunaan hook yaitu melakukan
pemeriksaan berkala apakah ada keretakan, bengkok, dan factor lain. Selanjutnya
adalah tidak menggunakan hook yang sudah mengalami pemegaran leher maksimal 5%
dari ukuran semua atau pada saat hook baru.
“Pemeriksaan
wire rope juga memegang peran penting seperti adanya visual inspeksi yang
digunakan untuk memeriksa wire rope secara fisik, mengukur dan membandingkan
diameter wire rope saat ini dan saat baru, meraba dan menggosok wire rope
dengan kain jika ada yang rusak akan terasa kasar dan serpihannya menempel di
kain,” tambahnya.
Tujuan dari pelatihan ini pekerja dengan
minimal pendidikan dan pengalaman kerja yang cukup sebagai Juru Ikat Beban
(Rigger) dengan materi K3 Industri Migas, Dasar Rigging dan Pengelolaan Beban, Pengetahuan Alat Bantu Angkat, Teknik Pengikatan Beban, Pengetahuan Pesawat Angkat,
Simbol Komunikasi & Hand Signal, dan Praktek/Peragaan Kegiatan
Rigging.