Pentingnya pengetahuan tentang Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) tidak hanya untuk pekerja minyak dan gas bumi, tetapi juga
untuk mahasiswa yang ingin membutuhkan pengetahuan dan kompetensi terkait K3.
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak
dan Gas Bumi (PPSDM Migas) mengadakan pelatihan K3 untuk Akamigas Balongan pada
Senin (12/09/22). Pelatihan ini diadakan selama tiga hari di PPSDM Migas dengan
course leader Deva Ricky Yudistira.
“Setelah mengikuti pelatihan ini peserta
kompeten dan memahami Peraturan dan Perundan-gundangan K3 yang berlaku,
dasar-dasar K3, jenis alat pelindung diri dan cara-cara penggunaannya,
melakukan identifkasi bahaya dalam usaha mencegah kecelakaan akibat kerja,” beber
Deva sesuai pelatihan berlangsung.
Pada pelatihan ini, peserta juga mendapat
beberapa materi berupa Peraturan Perundangan K3,
Alat Pelindung Diri (APD), Instrumen K3
(Peralatan dan Perlengkapan K3), Dasar – Dasar
K3, Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA), Kimia Api dan Teknik Pemadaman, P3K (Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan), dan APAR dan Hose Connection.
“Materia Kimia dan Teknik
Pemadam Kebakaran menjelaskan tentang beberapa sumber penyalaan yaitu api
terbuka (open flame), gesekan, reaksi kimia, bunga api listrik, listrkk statis,
petir, sinar matahari dan beberapa sumber yang lain. Dalam pelatihan ini juga
dijelaskan bahwa titik nyala (flash point) adalah suhu terndah di mana suatu
zat (bahan bakar) cukup mengeluarkan uap dan terbakar sekejap bila diberi
sumber penyalaan yang cukup. Penting untuk diketahui bahwa semakin rendah titik
nyala suatu zat, semakin mudah zat tersebut menguap dan semakin mudah pula zat
terebut terbakar,” ungkapnya ketika disinggung tentang materi apa saja yang
diberikan pada pelatihan tersebut.