CEPU, PPSDM MIGAS —
Pengelolaan lapangan minyak dan gas bumi (migas) menuntut ketelitian tinggi di
setiap lini operasional termasuk di bagian produksi. Menjawab tantangan
tersebut, KSO PT Pertamina EP – Samudra Energy BWP Meruap bersinergi dengan
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) untuk
memantapkan kualifikasi para garis depan operasionalnya.
Pelatihan bertajuk Operasi Produksi Tingkat Operator Operasi
Produksi ini digelar secara online dan terbagi dalam tiga gelombang
intensif pada 18 hingga 22 September 2026. Fokus utamanya adalah memastikan
seluruh proses produksi berjalan aman, presisi, dan meminimalkan potensi
kendala teknis di lapangan.
Subkoordinator Kerja Sama PPSDM Migas, Natalia Maharani,
menggarisbawahi bahwa efisiensi dan keselamatan di lapangan berawal dari
pemahaman mendasar para operator terhadap karakteristik sistem produksi yang
mereka kelola.
"Kerja sama ini bukan sekadar pemenuhan program pelatihan,
melainkan untuk menjaga kontinuitas dan keandalan operasi di KSO PT Pertamina
EP – Samudra Energy BWP Meruap. Melalui penguatan kapasitas pada aspek-aspek
teknis seperti pemisahan fluida hingga pengelolaan air terproduksi, para
operator diharapkan mampu merespons dinamika lapangan secara cepat, tepat, dan
tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja," jelas Natalia Maharani.
Meskipun dilaksanakan secara daring, metode pembelajaran tetap
dirancang interaktif melalui studi kasus operasional, sehingga peserta dapat
mengorelasikan teori langsung dengan kendala nyata yang kerap dihadapi di
fasilitas produksi.
Selama pelatihan, para peserta dibekali serangkaian materi teknis
yang mencakup Operasi Crude Oil, Gas, dan Produced Water Treatment
Plant, Penampungan dan Pengukuran Produksi Migas, Operasi Sumur Migas,
hingga Separasi Fluida Reservoir guna memastikan seluruh tahapan pemisahan
fluida, pengawasan aliran sumur, serta kalkulasi lifting berjalan sesuai
standar keselamatan kerja dan kriteria lingkungan.