PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan Cost Benefit Analysis Smart Grid bagi ASN KESDM, Untuk Meningkatkan Kompetensi Investasi Infrastruktur Ketenagalistrikan Modern

PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan Cost Benefit Analysis Smart Grid bagi ASN KESDM, Untuk Meningkatkan Kompetensi Investasi Infrastruktur Ketenagalistrikan Modern
11 Jun, 2026

PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan Cost Benefit Analysis Smart Grid bagi ASN KESDM, Untuk Meningkatkan Kompetensi Investasi Infrastruktur Ketenagalistrikan Modern

11 June 2026 | Seputar BPSDM ESDM



JAKARTA – Dalam rangka mendukung penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di sektor energi serta mendorong pengambilan keputusan berbasis analisis yang komprehensif, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menyelenggarakan Pelatihan Teknis Cost Benefit Analysis (CBA) Pembangkit dan Jaringan dengan Sistem Smart Grid.


Pelatihan yang dilaksanakan secara distance learning pada 10 – 12 Juni 2026 ini diikuti oleh 26 ASN dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian ESDM, antara lain Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Direktorat Jenderal Penegakan Hukum, hingga Biro Umum Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN).


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PPSDM KEBTKE dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu memahami aspek teknis sekaligus ekonomi dalam pembangunan sistem ketenagalistrikan modern yang semakin terintegrasi dengan teknologi digital dan energi terbarukan.




Sebelum memasuki sesi pembelajaran, seluruh peserta mengikuti pre-test melalui platform pembelajaran SMILE. Tahapan ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman awal peserta terkait konsep smart grid, analisis biaya dan manfaat, serta aspek ekonomi teknik yang menjadi fondasi dalam evaluasi proyek ketenagalistrikan. Hasil pengukuran awal tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam mengoptimalkan proses pembelajaran sehingga materi yang disampaikan dapat memberikan dampak peningkatan kompetensi yang lebih efektif dan terukur.


Untuk memastikan kualitas pembelajaran, PPSDM KEBTKE menghadirkan Dr. Ignatius Rendroyoko, S.T., M.Eng.Sc., IPU., ASEAN Eng., yang saat ini merupakan Researcher Institut Teknologi PLN sekaligus Executive Vice President Operasi Distribusi PT PLN (Persero), sebagai narasumber utama. Dengan pengalaman panjang di bidang sistem distribusi tenaga listrik dan pengembangan smart grid, narasumber memberikan pembekalan komprehensif mengenai aspek teknis, finansial, hingga kebijakan yang berkaitan dengan implementasi teknologi jaringan listrik cerdas di Indonesia.




Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi yang disusun secara sistematis dan aplikatif, meliputi: Fondasi Ekonomi dan Infrastruktur Smart Grid, Benefit Monetization dan Cost Benefit Analysis, Studi Kasus Implementasi dan Aspek Kebijakan, serta pendekatan penyusunan kebijakan yang mendukung investasi ketenagalistrikan nasional.


Dalam paparannya, Dr. Ignatius menjelaskan bahwa Smart Grid merupakan sistem jaringan listrik modern yang mengintegrasikan infrastruktur ketenagalistrikan konvensional dengan teknologi informasi dan komunikasi dua arah secara real-time. Transformasi ini menjadi kebutuhan dalam menghadapi peningkatan penetrasi energi baru terbarukan, tuntutan efisiensi operasional, serta kebutuhan sistem kelistrikan yang lebih adaptif, andal, dan mampu melakukan pemulihan secara mandiri (self-healing).


Peserta juga diperkenalkan pada berbagai komponen utama smart grid, seperti Advanced Metering Infrastructure (AMI) yang memungkinkan pengukuran konsumsi energi secara akurat dan real-time melalui smart meter digital, serta arsitektur komunikasi berlapis yang mencakup Home Area Network (HAN), Neighborhood Area Network (NAN), dan Wide Area Network (WAN) sebagai tulang punggung pertukaran data dalam sistem kelistrikan modern.


Selain aspek teknis, pelatihan ini menekankan pentingnya pemahaman terhadap prinsip evaluasi ekonomi dan analisis finansial. Mengingat proyek smart grid merupakan investasi jangka panjang dengan kebutuhan modal yang besar, peserta dibekali pemahaman mengenai konsep Time Value of Money (TVM) sebagai dasar dalam menilai kelayakan investasi.




Berbagai indikator finansial strategis turut dibahas secara mendalam, mulai dari Net Present Value (NPV) untuk mengukur nilai keuntungan bersih proyek, Internal Rate of Return (IRR) sebagai indikator tingkat pengembalian investasi, Benefit Cost Ratio (BCR) untuk membandingkan manfaat dan biaya proyek, hingga Weighted Average Cost of Capital (WACC) yang digunakan sebagai tingkat diskonto dalam evaluasi investasi sektor ketenagalistrikan.


Melalui pelatihan ini, PPSDM KEBTKE berharap para ASN di lingkungan Kementerian ESDM mampu meningkatkan kapasitas dalam melakukan evaluasi, perencanaan, dan pengawalan kebijakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang tidak hanya unggul dari sisi teknologi, tetapi juga layak secara ekonomi dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.


Penguasaan metode Cost Benefit Analysis dalam proyek smart grid diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi para ASN dalam mendukung transformasi sektor energi nasional menuju sistem ketenagalistrikan yang lebih cerdas, efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan agenda transisi energi Indonesia.