Warisan Geologi Jawa Barat Menanti, PPSDM Geominerba Gelar Pelatihan Pemandu Geowisata dan Geopark di Tasikmalaya

Warisan Geologi Jawa Barat Menanti, PPSDM Geominerba Gelar Pelatihan Pemandu Geowisata dan Geopark di Tasikmalaya
08 Mei, 2026

Warisan Geologi Jawa Barat Menanti, PPSDM Geominerba Gelar Pelatihan Pemandu Geowisata dan Geopark di Tasikmalaya

08 May 2026 | Seputar BPSDM ESDM

TASIKMALAYA — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) secara resmi membuka Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata serta Pelatihan Pengelolaan Geopark di Provinsi Jawa Barat pada Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di salah satu hotel Tasikmalaya dan dihadiri oleh para instruktur, pejabat terkait, serta seluruh peserta pelatihan.

Acara pembukaan dibuka oleh Plt. Kepala PPSDM Geominerba, Ibu R.R. Nur Widyasari, didahului oleh sambutan dari Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya, Aam Rahmat Selamet. Kehadiran Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengembangan SDM nasional dalam mendorong potensi geowisata Jawa Barat.

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata diselenggarakan selama 6 (enam) hari, mulai 4 hingga 9 Mei 2026, dan diikuti oleh 20 peserta. Sementara Pelatihan Pengelolaan Geopark berlangsung selama 5 (lima) hari, mulai 4 hingga 8 Mei 2026, dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Seluruh 50 peserta berasal dari Provinsi Jawa Barat.

Materi pelatihan akan disampaikan oleh instruktur dan pengajar yang berasal dari PPSDM Geominerba, Pusat Survei Geologi, serta Universitas Siliwangi. Adapun Uji Kompetensi untuk Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata akan dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pramindo (LSP Pramindo).

Dalam Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata, peserta akan mempelajari berbagai modul mulai dari penyusunan rencana perjalanan geowisata, penyiapan informasi dan perangkat perjalanan, teknik pemanduan, perjalanan lapangan, interpretasi geowisata, kegiatan berwawasan konservasi alam dan budaya, pengelolaan umpan balik wisatawan, hingga pelaporan dan promosi melalui media daring.

Sementara itu, Pelatihan Pengelolaan Geopark mencakup materi pengenalan geopark, promosi penelitian dan pendidikan, pengembangan SDM pengelola, studi Aspiring Geopark Galunggung, sistem keselamatan dan mitigasi bencana, penyusunan masterplan geopark, koordinasi antargeopark regional dan global, pengembangan dan pemasaran geoproduk, perlindungan serta pemanfaatan situs geologi (geosite), praktik kerja lapangan, hingga seminar studi kasus pengelolaan geopark.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala PPSDM Geominerba menekankan bahwa Provinsi Jawa Barat menyimpan kekayaan warisan geologi yang sangat beragam dan bernilai tinggi. Apabila dikelola secara optimal, potensi ini dapat menjadi daya tarik wisata unggulan sekaligus sarana edukasi kebumian yang berdampak luas bagi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pemandu geowisata yang kompeten merupakan ujung tombak dalam menyampaikan nilai ilmiah situs geologi secara menarik dan mudah dipahami oleh wisatawan.

Tujuan Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata adalah untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam memandu kegiatan geowisata secara profesional, memahami aspek geologi dan nilai edukatif destinasi, serta mampu memberikan pelayanan yang aman, informatif, dan berkelanjutan. Adapun Pelatihan Pengelolaan Geopark bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam pengelolaan geopark secara terpadu guna mendukung pelestarian warisan geologi, pengembangan ekonomi lokal, serta penguatan pariwisata yang berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan kedua pelatihan ini, PPSDM Geominerba berharap dapat tercipta sinergi yang kuat antara pengelola kawasan, pemandu wisata, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan geopark Jawa Barat yang berkelanjutan, berdaya saing, dan mampu memberdayakan masyarakat lokal secara optimal.

Tags :