Tingkatkan Kualitas Pengawasan, Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi POP Panas Bumi dari PPSDM KEBTKE

Tingkatkan Kualitas Pengawasan, Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi POP Panas Bumi dari PPSDM KEBTKE
03 Feb, 2026

Tingkatkan Kualitas Pengawasan, Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi POP Panas Bumi dari PPSDM KEBTKE

03 February 2026 | Seputar BPSDM ESDM



Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor energi hijau dengan menyelenggarakan Pelatihan Teknis dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) Panas Bumi. Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 2 hingga 4 Februari 2026 ini dilaksanakan secara daring melalui metode distance learning, yang kemudian akan ditutup dengan sesi sertifikasi kompetensi pada 5 Februari 2026. 


Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang panas bumi, khususnya bagi Pengawas Operasional Pertama (POP) agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta standar keselamatan, kesehatan kerja, dan lindungan lingkungan (K3LL) panas bumi.


Pembelajaran dimulai dengan pelaksanaan pre-test untuk memetakan sejauh mana pemahaman dasar para peserta terhadap aspek teknis, regulasi, serta penerapan K3LL pada kegiatan pengusahaan panas bumi, sehingga menjadi dasar dalam proses pembelajaran selanjutnya. Setelah pemetaan awal dilakukan, para peserta menerima pembekalan materi dari Widyaiswara PPSDM KEBTKE yang menyajikan kurikulum komprehensif. Materi yang disampaikan mencakup landasan hukum pengusahaan panas bumi hingga peran vital pengawas dalam menyusun serta menerapkan rencana kerja K3 dan perlindungan lingkungan. Selain aspek administratif, peserta juga diajarkan pentingnya teknik komunikasi timbal balik yang efektif guna memastikan instruksi keselamatan terdistribusi dengan baik di lapangan.




Pendalaman materi berlanjut pada ranah teknis yang lebih spesifik, di mana peserta dibekali kemampuan melakukan inspeksi K3LL, menyusun Job Safety Analysis (JSA), hingga melakukan penilaian risiko dan investigasi kecelakaan kerja secara mendalam. Tidak hanya terpaku pada teori, setiap sesi materi diperkaya dengan diskusi interaktif yang memungkinkan peserta menghubungkan konsep akademik dengan dinamika nyata yang sering terjadi di area operasional panas bumi. 


Pada akhir rangkaian pelatihan, peserta mengikuti post test yang bertujuan untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan kompetensi peserta setelah mengikuti seluruh materi pelatihan. Peserta yang dinyatakan kompeten berdasarkan hasil evaluasi akan melanjutkan ke tahap sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) Panas Bumi yang dilaksanakan pada tanggal 5 Februari 2026.




Melalui penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi ini, PPSDM KEBTKE berharap dapat mencetak Pengawas Operasional Pertama Panas Bumi yang kompeten, berintegritas, serta mampu menjamin penerapan K3LL secara optimal dalam kegiatan pengusahaan panas bumi guna mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan yang aman dan berkelanjutan