
CEPU – Dalam rangka memperingati
Bulan K3 Nasional 2026, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas
Bumi (PPSDM Migas) menyelenggarakan rangkaian kegiatan penting pada Senin
(2/2/2026). Mengusung tema nasional "Membangun Ekosistem Pengelolaan K3
Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif", acara ini diawali
dengan Management Walk Through (MWT) ke area kilang dan diakhiri dengan sharing
session mengenai keselamatan kelistrikan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala
PPSDM Migas, Waskito Tunggul Nusanto yang juga sekaligus Kepala Teknik (Katek)
Kilang PPSDM Migas, didampingi Kepala Bagian Umum, Arisona, serta seluruh
manajemen dan pegawai dari Kelompok Kerja (Pokja) Sarana Teknik Migas PPSDM
Migas. Rangkaian acara dibuka dengan laporan dari Koordinator Sarana Teknik
Migas sekaligus Wakil Kepala Teknik (Wakatek) Kilang PPSDM Migas, Yoeswono,
yang memaparkan kegiatan yang dilakukan dalam menerapkan budaya keselamatan kerja
di PPSDM Migas.
Dalam arahannya, Kepala PPSDM Migas menekankan
bahwa kilang merupakan unit operasional yang sangat vital. Oleh karena itu,
integritas proses dari hulu hingga hilir harus menjadi prioritas utama guna
memastikan seluruh aspek legal dan operasional terpenuhi sesuai standar yang
berlaku.
"Kegiatan ini sangat penting sebagai
salah satu usaha kita untuk menjaga komunikasi dan koordinasi. Kita harus
memastikan bahwa pelaksanaan operasional kilang memenuhi standar baku agar dari
sisi legalitas tidak menyimpang. Saya berharap seluruh personel mengerti dan
memahami aturan yang dijalankan setiap harinya. Mari kita masifkan budaya K3;
pengelolaan lingkungan serta penghematan energi harus menjadi pedoman yang
terintegrasi dalam aktivitas harian kita," tegas Waskito Tunggul
Nusanto.
Sebagai penutup rangkaian acara, PPSDM Migas
membekali para pegawai dengan wawasan teknis melalui sharing session dan
diskusi interaktif mengenai K3 Kelistrikan yang dipaparkan oleh Fery Purwo
Saputro. Diskusi ini bertujuan untuk memitigasi risiko kecelakaan kerja di
bidang kelistrikan, sekaligus memperkuat komitmen lembaga dalam menciptakan
lingkungan kerja yang aman, andal, dan berkelanjutan.